TMMD ke-127 di Desa Gadungan Dorong Ekonomi Warga Lewat Bimtek Pembenihan Lele


Kediri, gelarfakta.com — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pembenihan ikan lele yang digelar di rumah Kepala Dusun Tondo Mulyo, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara TNI AD melalui Kodim 0809/Kediri dengan Pemerintah Kabupaten Kediri. Bimtek tersebut menyasar para pembudidaya ikan lele setempat sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha sesuai potensi unggulan desa.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Andik Priyo Setiawan, mengatakan pelatihan ini difokuskan pada penguatan kemampuan teknis pembenihan agar pembudidaya mampu menghasilkan benih lele yang berkualitas dan berdaya saing. Menurutnya, pembenihan merupakan sektor strategis karena menjadi fondasi utama keberlanjutan budidaya lele.
Ia menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan pembenihan terletak pada manajemen induk. Induk lele harus dipelihara secara optimal dan diberikan pakan dengan kandungan protein sekitar 38 hingga 40 persen. Selain itu, kualitas air selama proses pemijahan hingga perawatan larva harus dipantau secara konsisten.
“Proses pembenihan ini membutuhkan ketelitian tinggi, terutama dalam menjaga kualitas air dan kesehatan larva. Karena itu, kami juga memberikan praktik langsung, termasuk vaksinasi untuk mencegah bakteri aeromonas,” ujar Andik.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri juga menyalurkan bantuan berupa pakan induk serta obat-obatan guna mendukung keberlanjutan usaha para pembudidaya lele di Desa Gadungan.
Menurut Andik, potensi sektor perikanan lele di Kabupaten Kediri sangat besar. Untuk pembenihan saja, kapasitas produksi dapat mencapai miliaran ekor per tahun, sementara produksi lele konsumsi berada di kisaran 16.000 ton per tahun. Meski demikian, masih terdapat tantangan seperti kualitas induk yang belum merata serta pencatatan budidaya yang belum tertata dengan baik.
“Kami berharap melalui pembinaan berkelanjutan seperti ini, kemampuan pembudidaya semakin meningkat dan usaha mereka bisa lebih tertata serta berkelanjutan,” ungkapnya.
Kepala Desa Desa Gadungan, Dari Purwanto, menilai bimtek tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan sumber daya manusia masyarakat desa melalui sinergi lintas sektor dalam program TMMD.
“Ini bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih maju dan mandiri secara ekonomi. Kami ingin potensi lele di Desa Gadungan bisa berkembang lebih besar lagi dan memberikan manfaat luas bagi warga,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Tondo Mulyo, Mislan, mengungkapkan bahwa sebagian besar warga di wilayahnya telah menekuni usaha pembenihan lele selama lebih dari lima tahun terakhir. Selama ini, distribusi dan pemasaran benih lele berjalan lancar.
“Alhamdulillah penjualan dan pengiriman selama ini lancar. Dengan adanya pembinaan ini, kami berharap hasil produksi semakin baik dan ekonomi warga terus meningkat,” bebernya.
Melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam TMMD ke-127, bimtek pembenihan lele ini diharapkan mampu memperkuat posisi Desa Gadungan sebagai salah satu sentra budidaya lele di Kabupaten Kediri, sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis desa.(*/pty/kur)



