Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati Tinjau Gerakan Pangan Murah Ramadan 1447 H di Kelurahan Betet


Kediri, gelarfakta.com — Vinanda Prameswati meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Ramadan 1447 H di Kelurahan Betet, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini digelar Pemerintah Kota Kediri sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat selama bulan Ramadan.
Dalam GPM tersebut, berbagai komoditas kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau. Di antaranya minyak goreng botol Rp18.500 per liter, minyak goreng kemasan pouch Rp15.700 per liter, beras SPHP Rp57.000 per paket, gula Rp15.000 per kilogram, telur Rp29.000 per kilogram, aneka bawang dan cabai Rp7.000 per bungkus, aneka sayuran Rp5.000 per bungkus, tempe mendoan Rp6.000 per ikat, serta lele Rp22.000 per kilogram. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Samudra Swalayan yang menyediakan aneka jajanan lebaran, beras premium, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya.
Di tengah antrean warga yang antusias, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali itu menyempatkan diri menyapa dan berdialog langsung dengan masyarakat. Suasana tampak hangat ketika ia melontarkan pertanyaan ringan seputar Kota Kediri. Warga yang berhasil menjawab mendapat hadiah berupa beras dan minyak goreng gratis, sehingga menambah semarak kegiatan.
Usai meninjau, Vinanda Prameswati menegaskan bahwa GPM merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Ia mengungkapkan, sebelumnya pemerintah telah melakukan survei ke sejumlah pasar dan menemukan adanya kenaikan pada beberapa komoditas.
“Karena itu kami rapat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan pihak terkait untuk menentukan langkah. Dari hasil kajian, memang diperlukan operasi pasar murah dan gerakan pangan murah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa GPM telah dilaksanakan sejak Senin hingga Jumat pada pekan ini. Sementara Operasi Pasar Murah (OPM) dimulai pada hari ini dan akan berlangsung hingga 13 Maret mendatang. “Nanti sore ada OPM yang dilaksanakan di Balai Kota Kediri. Saya berpesan kepada masyarakat Kota Kediri untuk tidak panic buying dan membeli sesuai kebutuhan,” imbaunya.
Menurutnya, selisih harga komoditas di GPM berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 lebih murah dibandingkan harga pasar yang cenderung fluktuatif. Kegiatan ini juga akan digelar secara bergilir di sejumlah kelurahan lain di Kota Kediri.
“Tidak hanya di Betet, tetapi nanti beberapa kelurahan lain telah dijadwalkan secara bergiliran,” pungkasnya.(*/pty/kur)



