Politik dan Pemerintahan

Peluncuran Buku “Panggil Saya Tommy” Warnai Rangkaian HPN 2026 di Banten

Kediri, gelarfakta.com – Rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 turut diwarnai dengan peluncuran buku berjudul “Panggil Saya Tommy” karya wartawan senior sekaligus mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo. Peluncuran buku tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Aston, Kota Serang, Banten, Minggu (8/2/2026), dan menjadi salah satu agenda penting jelang puncak HPN 2026.

Buku “Panggil Saya Tommy” merupakan satu dari tujuh buku yang diperkenalkan kepada publik dalam rangkaian kegiatan HPN tahun ini. Karya tersebut memuat catatan pengalaman Suryopratomo selama lebih dari lima tahun menjalankan tugas diplomatik di Singapura, termasuk saat menghadapi dinamika global yang kompleks di masa pandemi COVID-19.

Suryopratomo menjelaskan, judul buku tersebut lahir dari kebiasaan sederhana yang mencerminkan pendekatan personal dalam dunia diplomasi. Selama bertugas di Singapura, ia kerap disapa dengan panggilan “Tommy” oleh berbagai kalangan.

“Di Singapura, saya lebih sering dipanggil Tommy. Itu mencerminkan pendekatan yang cair dan setara, dan dari situlah judul buku ini muncul,” ungkap Suryopratomo, yang sebelumnya berkarier sebagai wartawan di Kompas dan Metro TV.

Ia menuturkan, buku ini ditulis sebagai bentuk pertanggungjawaban pribadi atas amanah negara yang diembannya di luar negeri, terutama di tengah situasi sulit saat pandemi.

“Saya berangkat di masa pandemi, situasinya tidak mudah. Buku ini menjadi catatan bagaimana tanggung jawab itu dijalankan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suryopratomo menegaskan bahwa tradisi menulis tetap ia jaga meskipun perannya telah bergeser dari ruang redaksi ke dunia diplomasi. Menurutnya, aktivitas menulis membantu membangun pola pikir yang terstruktur dan strategis.

“Menulis membantu saya berpikir terstruktur dan strategis. Selama menjadi duta besar, saya tetap menulis secara rutin. Kalau berhenti, ritmenya akan hilang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suryopratomo juga menyoroti tantangan dunia pers di tengah derasnya arus informasi dan tekanan ekonomi industri media. Ia menilai, peningkatan kualitas dan profesionalisme menjadi kunci utama untuk menjaga eksistensi pers.

“Kita sedang berada di era banjir informasi. Satu-satunya cara bertahan adalah menjaga mutu dan integritas karya,” katanya.

Peluncuran buku ini menjadi penegasan bahwa tanggung jawab menulis dan merawat ingatan kolektif bangsa tetap melekat pada seorang wartawan, meskipun telah menempuh berbagai peran di luar profesi jurnalistik.

Sebagai informasi, suksesnya penyelenggaraan HPN 2026 di Banten tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak dan sponsor, di antaranya Artha Graha Group, PT Astra International Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Pertamina (Persero), GAPKI, Triputra Group, PT Djarum, BYD Motor Indonesia, PT PLN (Persero), Harita Nickel, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, hingga sejumlah BUMN dan perusahaan nasional lainnya.

Rangkaian HPN 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang refleksi, apresiasi, dan penguatan peran pers dalam menjaga kualitas informasi serta demokrasi di Indonesia.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button