Mas Dhito Kunjungi Pedagang Pasar Wates, Tunjukkan Kepedulian dan Dorong UMKM Bangkit


Kediri, gelarfakta.com – Kedatangan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito di Pasar Wates untuk menikmati kuliner malam, Selasa (3/2/2026), membawa kebahagiaan tersendiri bagi para pedagang. Tidak sekadar berkeliling dan mencicipi kuliner, Mas Dhito juga menunjukkan kepeduliannya dengan menyambangi langsung rumah salah satu pedagang yang kondisinya memprihatinkan.
Pedagang tersebut adalah Supatmi, warga yang rumahnya berada di selatan Pasar Wates, dekat aliran sungai. Kondisi rumah Supatmi diketahui mengalami kerusakan. Ia mengaku tak menyangka rumah sederhananya didatangi langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten Kediri.
Mas Dhito yang saat itu didampingi camat, Kepala Dinas Sosial, serta kepala desa setempat, langsung melakukan musyawarah untuk mencari solusi agar Supatmi dan beberapa pedagang lain bisa mendapatkan bantuan. Langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat kecil.
Pada malam itu, Mas Dhito tidak hanya sekadar menikmati suasana kuliner. Ia menyempatkan diri mengobrol dengan para pedagang, mendengarkan keluhan, serta berupaya memberikan solusi sesuai persoalan yang mereka hadapi.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh Mamik, pedagang rumahan yang setiap hari menitipkan dagangannya di lapak jajanan Pasar Wates. Ia mengaku mendapat pesanan kue pastel basah dari Mas Dhito.
“Alhamdulillah, ikut dapat pesanan kue pastel basah dari Mas Dhito, semoga barokah untuk selamanya,” ucapnya.
Menurut Mamik, sosok Mas Dhito dikenal ramah dan dekat dengan masyarakat. Ia menilai bupati muda tersebut tidak menjaga jarak dengan warga kecil.
“Beliau itu mau melayani orang-orang kecil seperti kami, seperti tidak ada jarak,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito juga memberikan masukan kepada para pedagang agar mencantumkan daftar harga pada setiap lapak atau menu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sehingga jumlah pengunjung kuliner Pasar Wates semakin bertambah.
Pasar Wates sendiri pasca direvitalisasi kini beroperasi dalam tiga shift. Mulai dari pedagang sayur pada dini hari hingga pagi, pedagang los dan kios pada siang hari, serta pedagang kuliner pada sore hingga tengah malam.
“Saya doakan semoga seluruh pedagang Pasar Wates mulai yang shift dini hari hingga shift malam berkah, rezekinya lancar, bahagia dunia akhirat,” tutur Mas Dhito.
Keberadaan kuliner Pasar Wates dinilai telah membuka peluang ekonomi bagi banyak warga. Pada akhir pekan, pedagang bahkan mampu meraih omzet sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari.
Melihat potensi tersebut, Mas Dhito menyatakan konsep kuliner di pasar tradisional seperti di Pasar Wates akan diterapkan di pasar lain di Kabupaten Kediri.
“Inilah yang akan kita terapkan di pasar-pasar lainnya. Mohon doanya, khususnya warga Ngadiluwih yang sekarang pasarnya sedang dibangun, semoga bisa menyamai dengan Pasar Wates,” pungkasnya.
Melalui kunjungan tersebut, Mas Dhito berharap Pasar Wates dapat terus berkembang sebagai pusat ekonomi rakyat sekaligus ruang interaksi sosial yang nyaman bagi masyarakat.(*/pty/kur)



