Peristiwa

Gempa Pacitan, 11 Kereta Api di Wilayah Daop 7 Madiun Berhenti Luar Biasa

Kediri, gelarfakta.com – Sebanyak 11 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengalami berhenti luar biasa menyusul terjadinya gempa bumi magnitudo 5.5 yang berpusat di 8.14 LS, 111.33 BT atau sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 105 kilometer, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 08.21 WIB.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa penghentian seluruh perjalanan kereta api tersebut merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan setiap kali terjadi gempa yang terasa di wilayah operasional.

“Sesuai SOP kami, bila terjadi gempa, semua KA berhenti untuk menunggu pemeriksaan jalur. Jalur harus dipastikan aman sebelum kembali dilewati kereta api,” terang Tohari, Selasa pagi.

Ia menjelaskan, ketika gempa dirasakan, pengendali perjalanan kereta api langsung memberikan instruksi melalui radio lokomotif terpusat agar seluruh kereta yang sedang melintas di wilayah Daop 7 Madiun berhenti secara serentak di stasiun terdekat maupun di petak jalan.

Setelah seluruh kereta berhenti, KAI segera menurunkan petugas Unit Jalan dan Jembatan (JJ) untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada lintasan rel, jembatan, serta fasilitas penunjang guna memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api.

Adapun 11 kereta api yang sempat berhenti luar biasa tersebut meliputi KA Madiun Jaya (KA 143B) relasi Madiun–Pasar Senen yang berhenti di Stasiun Walikukun, KA Kahuripan (KA 274) relasi Kiaracondong–Blitar berhenti di Stasiun Walikukun, KA BIAS (KA 576A) relasi Adi Soemarmo–Madiun berhenti di Stasiun Madiun, serta KA Bangunkarta (KA 161) relasi Jombang–Pasar Senen yang juga berhenti di Stasiun Madiun.

Selain itu, KA Gaya Baru Malam Selatan (KA 89) relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen berhenti di petak jalan Stasiun Saradan–Caruban, KA Sancaka (KA 84B) relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng berhenti di petak Stasiun Ngawi–Geneng, KA Singasari (KA 150) relasi Pasar Senen–Blitar berhenti di petak Magetan–Madiun, KA Sancaka (KA 81B) relasi Surabaya Gubeng–Yogyakarta berhenti di Stasiun Nganjuk, KA Malabar (KA 69) relasi Malang–Bandung berhenti di Stasiun Papar, KA Parcel Tengah (KA 302) berhenti di petak Sukomoro–Baron, serta KA Commuter Line Dhoho (KA 402) berhenti di Stasiun Ngujang.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan jalur dinyatakan aman untuk dilintasi, pada pukul 08.49 WIB seluruh KA kembali berjalan normal sesuai grafik perjalanan,” imbuh Tohari.

Ia menegaskan bahwa KAI senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan. Menurutnya, setiap potensi bahaya sekecil apa pun harus diminimalisir agar keselamatan penumpang dan petugas kereta api tetap terjaga, khususnya saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi.(*/pty/kur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button