Dinkes Kota Kediri Perkuat Surveilans dan Imunisasi untuk Cegah KLB PD3I

Kediri, gelarfakta.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri memperkuat upaya pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) melalui Pertemuan Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Berbasis Masyarakat, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Kota Kediri ini diikuti 120 peserta dari unsur kader kesehatan, petugas surveilans, dan pengelola program imunisasi puskesmas.
Pertemuan tersebut melibatkan kader kesehatan di Kecamatan Mojoroto. Mereka mendapatkan pembekalan dari dr. Bagus Dwi Kurniawan, dokter Puskesmas Campurejo, mengenai pengenalan tanda dan gejala penyakit yang perlu diwaspadai, mekanisme pelaporan, serta pentingnya koordinasi dengan petugas kesehatan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Rini Hidayat, M.Kes., menjelaskan bahwa kader kesehatan memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran penyakit karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kedekatan tersebut memungkinkan kader menjadi sumber informasi awal ketika menemukan gejala yang mencurigakan di lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, surveilans epidemiologi diperlukan untuk mendeteksi dan memantau kemungkinan munculnya kasus penyakit agar dapat segera ditindaklanjuti. Deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran penyakit serta menekan risiko KLB.
Sejumlah penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi meliputi difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, infeksi human papillomavirus (HPV), campak, dan rubela. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 20 jenis penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Di sisi lain, capaian imunisasi di Kota Kediri menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian karena kelengkapan imunisasi berperan penting dalam membentuk kekebalan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
Pemahaman masyarakat mengenai manfaat imunisasi juga perlu terus diperkuat, termasuk dalam menyikapi informasi yang kurang tepat mengenai efek samping maupun Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Rini berharap kader kesehatan dapat meneruskan informasi yang diperoleh selama pertemuan kepada keluarga dan masyarakat. Informasi tersebut mencakup manfaat imunisasi, jadwal pemberian, serta pentingnya melengkapi imunisasi anak sesuai ketentuan.
“Melalui pertemuan ini, kami berharap kader kesehatan dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat, terutama mengenai manfaat imunisasi, jadwal pemberian imunisasi, serta pentingnya melengkapi imunisasi anak sesuai ketentuan. Selain itu, kami juga berharap kader bisa memberikan motivasi kepada masyarakat agar semakin sadar dan berpartisipasi aktif dalam program imunisasi,” ucapnya.
Dinkes Kota Kediri juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan tanpa harus menunggu munculnya banyak kasus penyakit. Apabila menemukan gejala yang mencurigakan, masyarakat diminta segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Upaya pencegahan KLB membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari imunisasi yang lengkap, pelaksanaan surveilans yang aktif, hingga keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan deteksi dini dan pelaporan yang cepat, dugaan kasus dapat segera ditindaklanjuti sehingga risiko penularan dapat ditekan,” tegasnya.
Melalui penguatan peran kader kesehatan dan koordinasi antarunsur kesehatan, Dinkes Kota Kediri berharap upaya pencegahan PD3I semakin optimal dan perlindungan masyarakat terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi semakin meningkat.
“Prinsip kita adalah waspada, deteksi dini, lapor cepat, dan tindak lanjut tepat. Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap risiko KLB dapat dicegah dan masyarakat Kota Kediri semakin terlindungi,” pungkasnya.(*/pty/kur)



